Mengenal Dosis Obat

Mungkin sebagian dari kita sudah tidak asing dengan istilah dosis ini. Dosis bisa diartikan dengan jumlah obat yang harus digunakan dan dinyatakan dalam satuan tertentu. Satuan yang paling banyak digunakan adalah milligram (mg), satuan yang lain bisa microgram, internasional unit ( IU ) untuk vitamin, dan lain sebagainya. Contoh : bagi orang dewasa dosis lazim dari obat penurun panas/ penghilang sakit parasetamol adalah 500 mg. Contoh lain adalah digoksin, salah satu obat jantung, dosisnya hanya 0,5 mg. Beda obat beda pula dosisnya. Besarnya dosis suatu obat didapatkan dari hasil penelitian yang tidak singkat.

Dalam dunia kedokteran dan farmasi dikenal istilah beberapa jenis dosis, yaitu :

Dosis lazim yaitu jumlah dosis acuan pemakaian obat. Dosis ini akan memberikan khasiat sesuai dengan yang diharapkan
Dosis maksimal yaitu dosis terbesar yang masih bisa digunakan oleh seorang pasien baik dalam setiap kali pemakaian ataupun setiap harinya.
Dosis toksik/ racun yaitu dosis obat yang melampui dosis maksimalnya. Seperti kita ketahui bahwa dalam dunia pengobatan beda antara obat dan racun hanya terletak pada jumlah dosisnya.

Jika obat digunakan dibawah dosis lazimnya, maka suatu obat tidak akan cukup memberikan khasiat sedangkan apabila dosis yang diberikan melebihi dosis maksimalnya maka efek racun dari suatu obat akan terjadi pada penggunanya.

Ketepatan jumlah dosis menjadi salah satu bagian yang paling penting dalam memperoleh khasiat dari obat tersebut. Informasi mengenai dosis obat dapat diperoleh dari etiket atau brosur yang disertakan pada suatu produk obat atau dengan menanyakannya pada apoteker anda. Penggunaan dosis dibawah dosis lazim sering terjadi tanpa kita sadari. Kejadian yang paling sering adalah saat kita menggunakan obat dalam bentuk sirup dengan menggunakan sendok makan yang ada di rumah. Perlu diketahui bahwa sendok rumah tidak memiliki ukuran volume yang standar. Suatu ketika saya pernah mengukur tiga jenis sendok makan yang ada di rumah, hasilnya volume ketiga sendok tersebut berbeda, yakni antara 7 sampai 10 mililiter. Padahal ketika di etiket obat dikatakan satu sendok makan, maka itu artinya setara/sama dengan 15 mililiter. Sehingga tindakan yang paling tepat ketika kita menggunakan obat dalam bentuk sirup adalah mengukurnya dengan menggunakan sendok takar obat, bukan sendok makan atau sendok the yang ada di rumah.

Keracunan obat bisa terjadi karena dosis yang diminum melebihi dosis anjuran. Misalnya karena merasa ingin cepat sembuh, dosis obat yang seharusnya satu tablet diminum menjadi 2 tablet. Untuk obat-obat tertentu tindakan ini mungkin tidak menimbulkan masalah karena mungkin saja dosis tersebut masih berada di bawah dosis maksimalnya. Tetapi untuk obat lain, akibatnya bisa sangat fatal. Karena di dunia kedokteran dan farmasi dikenal obat yang memiliki indeks terapi sempit. Artinya peningkatan dosis sedikit saja dari obat bisa berefek racun.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s