IKATAN PROTEIN

IKATAN PROTEIN

DOWNLOAD
Faktor penting dalam distribusi obat ialah ikatan protein (protein binding), terutama protein plasma, protein jaringan dan sel darah merah.
Sesuai struktur kimia protein, pada ikatan protein bisa melalui ikatan ion, ikatan jembatan hydrogen dan ikatan dipol-dipol serta interaksi hidrofob. Ini menjelaskan mengapa protein dapat mengikat beberapa senyawa. Tetapi ikatan pada protein ini biasanya bukan ikatan yang khas.

Pada albumin serum manusia dapat dibuktikan terdapat dua tempat ikatan berbeda. Beberapa bahan obat terikat selektif hanya pada satu dari kedua tempat ikatan, misalnya antikoagulansia dikumarol pada tempat ikatan I, benzodiazepine pada tempat ikatan II dan ada beberapa zat yang dapat terikat pada kedua ikatan.

Ikatan I    Ikatan II
Obat    % Terikat    Obat    % Terikat
Warfarin
Furosemide
Nalidixic Acid
Phenytoin
Tolbutamide
Naproxen
Indomethacine
99
91 – 99
93 – 97
87 – 99
95 – 99
98 – 99
92 – 99    Diazepam
Ethacrynic Acid
Cloxacillin
Probenecid
Tolbutamide
Naproxen
Indomethacine    98
85
95
85 – 95
95 – 97
98 – 99
92 – 99

Pada senyawa basa; propranolol, lidokain, disopiramid, petidin atau antidepresi trisiklik, α1-glikoprotein asam membantu juga pembentukan ikatan protein plasma.
Untuk senyawa tubuh sendiri seringkali terdapat protein transport spesifik dari fraksi globulin, misalnya transkortin untuk kortisol.
Ikatan protein adalah bolak-balik. Ikatan yang tidak bolak-balik (kovalen) misalnya reaksi sitostatika yang mengalkilasi protein, tidak termasuk ke dalam ikatan protein.
Makin besar tetapan afinitas bahan yang bersangkutan, pada protein, makin kuat ikatan protein. Sejauh tetapan afinitas terhadap berbagai protein, misalnya terhadap protein plasma dan protein jaringan berbeda, maka kesetimbangan distribusi juda ikut terpengaruh dan kesetimbangan akan bergeser ke protein dengan afinitas yang lebih besar. Ikatan protein juga juga tergantung kepada pH plasma dan umur., contohnya pada asidosis barbiturate, ikatan protein pada bayi baru lahir lebih rendah daripada pada orang dewasa karena perbedaan kepekaannya.
Ikatan protein mempengaruhi intensitas kerja, lama kerja dan eliminasi bahan obat sebagai berikut: bagian obat yang terikat pada protein plasma tidak dapat berdifusi dan umumnya tidak mengalami biotransformasi dan eliminasi. Artinya obat dalam bentuk bebas yang dapat mencapai sasaran sehingga dapat berkhasiat.
Bentuk yang terikat juga berfungsi sebagai cadangan. Jika dalam darah terdapat beberapa obat, kemungkinan terjadi persaingan terhadap tempat terikat sehingga mempengaruhi intensitas dan lama kerja, terutama jika yang terikat > 80%.
Harus diingat pula bahwa obat juga dapat mengusir senyawa tubuh sendiri, misalnya bilirubin atau glukokortikoid dari ikatannya pada  protein plasma dan menyebabkan bagian yang tidak terikat menjadi meningkat.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s