TERAPI SITOSTATIKA

TERAPI SITOSTATIKA

DOWNLOAD

Terapi Sitostatika

Materi Kuliah Farmasi Klinik
Staging
Bahan karsinogen dan jenis kankernya
Kandungan dalam rokok
400 bahan kimia dengan 3 komponen utama :
1. Nikotin (menyebabkan adiksi)
2. TAR (karsinogenik)
3. Karbonmonoksida (afinitas sangat kuat terhadap Hb sehingga kadar O2 dalam darah berkurang)
Bahan kimia lain yang beracun :
Aseton
Naftilamin (bahan pembuat cat)
Metanol (bahan spiritus bakar)
Dimetilnitrosamin
Naftalen
Kadmium (pada baterai)
Vinilklorida (karsinogenik)
Hidrogen sianida

M-Toluidin
Amoniak (bahan pembersih lantai)
Jenis Terapi
Bedah
Merupakan pilihan untuk tumor yang terdeteksi sejak awal dan masih terlokalisir
Memberikan efek lokal
Radioterapi
Memberikan efek lokal, tidak efektif pada kanker metastase
Kemoterapi
Pengobatan kanker dengan menggunakan sitostatika
Memberikan efek sistemik
Imunoterapi
Memberikan efek sistemik
Penggolongan obat sitostatika
Zat Pengalkilasi (alkylating agent) :
Turunan nitrogen : siklofosfamid, ifosfamid, melfalan, nitrosurea
Zat pengalkilasi lain : thiotepa, busulfan
Nonclassic alkylating agent : prokarbazin, dakarbazin
Antibiotik sitotoksik(Turunan anthracene) : doxorubicin, daunorubicin, idarubicin, mitoxantrone
Antimetabolit :
Pirimidin terfluorinasi : 5-FU (fluorourasil)
Analog sitidin : sitarabin, gemsitabin
Antimetabolit purin : merkaptopurin, fludarabin
Antagonis folat : metotreksat
Alkaloid tumbuhan : vinblastin, vinkristin
Antibiotik antitumor : mitomycin C, bleomycin
Senyawa logam berat : cisplatin, karboplatin
Lain-lain : hidroksi urea, L-asparaginase, ATRA (All trans-retinoic acid, tretinoin), terapi endokrin (tamoxifen, kortikosteroid)
Zat Pengalkilasi
Busulfan
untuk leukemia mieloid kronik
Bisa diberikan secara oral dan intravena
Siklofosfamid
Leukemia limfositik kronik
Oral dan intravena
Nitrosurea: Lomustin dan Karmustin
Tumor padat
Oral (lomustin), karmustin (intravena)
Perkembangan terbaru obat kanker
Taksan
Dosetaksel: terapi tambahan untuk kanker payudara positif nodus, dikombinasi dengan doksorubisin untuk kemoterapi awal kanker payudara lanjut/metastase, diberikan secara infus intravena
Paklitaksel: kombinasi dengan sisplatin/karboplatin untuk kanker ovarium
Trastuzumab:
Kombinasi dengan paklitaksel untuk kanker payudara metastase dimana kemoterapi sebelumnya tidak dapat mengatasi
Jika dikombinasi dengan antrasiklin (doksorubisin,dll) meningkat efek kardiotoksik
Imunoterapi
Interferon

Levamisol + 5 FU (fluorourasil) untuk terapi kanker kolon

Interleukin-2
Prinsip kombinasi obat sitostatika
Setiap obat memiliki aktivitas masing-masing melawan tumor
Tidak boleh menggabungkan obat dengan mekanisme kerja yang sama
Hasil kombinasi harus memberikan efek sinergis
Toksisitas terburuk dari setiap obat harus berbeda
Fase Terapi Kanker
Induksi (Induction)
Konsolidasi (Consolidation)
Pemeliharaan (maintenance)
Induksi ulang (Re-induction)
Evaluasi terapi kanker
Cure
Complete response/remission
Partial response
Disease progression (treatment failure)
Stable disease
Efek samping sitostatika
Nausea/Vomiting
Mielosupresion (supresi sumsum tulang belakang):  Neutropenia-neutropenia fever, Anemia, Trombositopenia
Mukositis: Pilihan obat: antijamur ketokonazol,flukonazol
Alopesia:minoksidil (obat utk mengatasi kerontokan rambut)
Extravasasi
Sindrom lisis tumor-hiperurisemia akibat sitotoksik: Pilihan obatnya, rasburikase
Infertilitas
Kardiotoksik: khusus gol. Antrasiklin (doksorubisin, daunorubisin), trastuzumab
Nausea& Vomiting
Penggolongan:
Emetogenik kuat: sisplatin, dakarbazin, siklofosfamid dosis tinggi
Emetogenik sedang: doksorubisin, siklofosfamid dosis rendah/sedang, metotreksat dosis tinggi
Emetogenik ringan: FU, MTX dosis < 100 mg/m2)
Obat untuk mengatasi antimual: metoklopramid, ondansetron, granisetron,tropisetron
Mielosupression
Anemia : transfusi, pemberian eritropoetin/epoetin
Neutropenia: neutropenic fever:antibiotik pilihan:siprofloksasin, co-amoksiclav, seftazidim

Penanganan sitostatika (Cytotoxic handling)
Alasan :
Terkontaminasinya seseorang yang menangani sitostatika dapat terjadi melalui inhalasi, absorpsi melalui kulit atau konjungtiva, tertelan, tertusuk jarum pada saat penanganan sedangkan sitostatika juga bersifat karsinogenik
Penanganan khusus dalam ruang aseptis untuk mencegah terpaparnya pekerja dari obat sitostatika
Efek keterpaparan = efek klinik dari obat :
Kerontokan pada rambut, gangguan pada sistem reproduksi, neutropenia, trombositopenia, toksisitas pada ginjal, hati dan paru.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s